terbiasa memaksa
Pagi ini dalam perjalanan ke kantor, ada berita demo 500 kepala desa di Aceh menuntut dipercepatnya pembentukan provinsi Aceh Leuser Antara (http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/03/17/1/92204/5-aksi-demo-di-jakarta-awas-macet) …. tapi, apa bedanya dengan demo-demo lainnya?, mungkin kalau dilanjutkan kalimatnya, bahwa para kepala desa yang mengikuti demo itu mengancam akan mengembalikan surat tugasnya ke pemerintah jika tuntutannya tidak dipenuhi… nah lo…
atau jika melihat demo supir yang mengancam akan mogok jika tuntutannya tidak dipenuhi, atau demo lainnya yang hampir selalu disertai ancaman.
hei..apakah negeri ini akan selalu seperti ini?, ketika yang banyak yang menang?, ketika berbicara bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan (vox populi, vox dei)..bullshit!. Yang benar itu dari Tuhan, selama Qur’an Hadis bilang benar, maka benarlah artinya.
sejak kapan semua keinginan dan tuntutan kita harus selalu tercapai?, bukankah kita diajarkan untuk sabar dan ikhlas.
mungkin ini bisa menjadi momentum, untuk mengurangi jumlah penduduk negeri ini, caranya dengan melakukan pembantaian massal para pendemo pemaksa ini, tokh hidupnya tidak berguna bagi orang banyak.
Loading...