the BiTTer and SwEEt of Me
tarian jari-jemari diatas tuts keyboard…

mall yes, busway no

beberapa hari kemaren gw baca koran, kali ini cerita tentang penolakan warga pondok indah karena daerahnya dilalui jalur busway…
hemm..sebenernya disitu tulisannya, karena jalur busway memangkas sebagian pohon palem yang ada disana…gw coba liat dari sisi
yang laen, sisi senetral mungkin, walau sejujurnya gw seneng banget kalo’ada busway yang ke lebak bulus, bisa lebih gampang
dateng ke rumah ortu…:)

gw lewat daerah pondok indah pertama kali taun 1984, gw masih keciil banget, tk aja blom..tapi gw inget, waktu itu banyak pohon2an
sebagian rumah2 di pinggiran jalan raya pondok indah (sultan iskandar muda) masih berupa tanah kosong dengan pohon2…asri banget.
dulu blom ada pondok indah mall 2, disitu masih pohon2 dan tanah kosong. di tempat yang sempat jadi tempat bowling dan gokart, dulu
juga masih tanah kosong..seneng banget deh.

seiring waktu berlalu, manusia serakah dan tak pernah puas, satu persatu pohon ditebang dan tanah dibangun, sampai akhirnya jadi seperti
ini. yang paling gres itu ditebangnya pepohonan di dekat perempatan lebak bulus, gw gak tau deh itu mau dibikin apa.
kalau dihitung2, jumlah pohon yang ditebah untuk mall, pertokoan, dan perumahan jauh lebih banyak dari yang ditebang untuk jalur
busway…naah, disini sedikit kontroversi mulai terjadi, kenapa jika yang dibangun mall ato pertokoan, tidak ada satupun warga
yang protes?..tapi jika yang dibangun adalah jalur transportasi yang (mungkin) dipakai oleh sebagian besar masyarakat kelas menengah
ke bawah (red: gw pake kata mungkin, karena ini katanya bang yos…walau gw juga sependapat karena yang gw liat setiap naek busway
mencerminkan hal tersebut, tapi tetep aja blom ada penelitian tentang hal ini).

sampai disini faktanya, dan masuk ke bagian opini…menurut gw, mereka warga disana punya standar ganda (red: gw pengen bilang
mereka pelit dan tak mau berbagi, tapi ternyata juga, mereka mau berbagi _jika_ yang dibangun adalah pertokoan atau perkantoran, jadi
gak valid dong kalo gw bilang pelit). gw seneng adanya busway, kalo’ bisa malah semua terminal terhubung dengan busway, lalu
sisakan angkot-angkot untuk melayani rute2 jarak dekat dan yang tak mungkin dilalui busway…harus ada cara untuk meningkatkan pelayanan
transportasi ke masyarakat, dan sudah terbukti bertahun-tahun, angkutan yang ada gak bisa diandelin, yang sopirnya ngetem
sembarangan, asap knalpot yang mungkin kadar carbonnya udah 1,000,000 ppm, sopir ugal2an, maen pindahin penumpang seenak udel,
berenti gak di halte, kondektur yang kasar, dan laen-laen.

dan sampai disini dulu edisi kali ini..sampai edisi berikutnya.

No Responses to “mall yes, busway no”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: