the BiTTer and SwEEt of Me
tarian jari-jemari diatas tuts keyboard…

(most) indonesians are (unfortunately)…

beberapa waktu yll gw liat iklan sabun kesehatan, gw lupa iklan nuvo ato lifebuoy gitu, tapi ceritanya tentang sebuah kubangan air yang muncrat ketika motor/kendaraan lewat disitu…ada beberapa orang disana, semua mengeluarkan sumpah serapah atas motor/kendaraan yang lewat, semua bilang kalo’ harus ada tindakan atas kubangan itu…tapi…again, mereka cuma ngomong saja….sampai seorang anak sekolah bilang, yang ‘turun tangan’ menutup kubangan itu.

sejenak gw terhenyak, hei..hei..inikah tipikal orang indonesia?, yang mungkin gw bisa rangkum menjadi:

e.g.o.i.s

sifat paling jelas terlihat, semua mementingkan diri sendiri…(beda loh dengan tidak ingin membuat orang lain repot). lihat saja, mana peduli supir angkot dengan penumpangnya ketika mereka memindahkan penumpang ke angkot lain? (padahal penumpang telah membayar kewajibannya dan menjadi hak-nya untuk sampai ditujuan dengan pelayanan yang baik), atau mana peduli seorang indonesia perokok dengan orang lain di sekitarnya? (padahal orang lain juga menghirup udara yang sama), mana peduli seorang pengendara motor dengan pejalan kaki karena dia naik ke trotoar (padahal trotoar itu buat pejalan kaki)?, mana peduli para pedagang kaki lima atau yang menggelar lapaknya di trotoar padahal trotoar itu buat pejalan kaki?, atau mana peduli orang yang tinggal di pinggir sungai padahal pinggir sungai itu untuk dilihat indah dan sungai itu milik bersama dan bukan miliknya sendiri?, atau mana peduli para penghuni liar di bawah kolong jembatan padahal kolong itu milik bersama yang selain untuk dilihat indah tapi juga untuk keamanan?, semua ingin punya mobil/motor tapi gak terima kalo’ ternyata jalanan macet karenanya, yang penting dia sampai ke tujuan?, dan berapa banyak dari kita yang menyeberang jalan seenaknya saja padahal itu bisa mencelakakan pemakai jalan lainnya?

yang penting dirinya enak, orang lain?…EGP.

pemalas

coba tanya, kalo’ ada iklan di pinggir jalan yang isinya kira2 seperti ini: “cukup dengan bayar 250rb saja, dapatkan keuntungan puluhan juta rupiah, hubungi”…kira2, akan berbondong2kah orang indonesia untuk menghubungi nomer yang tertulis disitu?…jawabnya hampir pasti ‘iya’…sebagian orang indonesia senang mengemis (kegiatan yang mengeluarkan tenaga/pikiran sedikit tapi dengan hasil yang jauh dari sesuai).

suatu sore gw ma istri melihat seseorang membagikan nasi kotak dijalan depan kuburan karet bivak, maka dalam sekejap, berpuluh2 ibu2 dan anak2 dekil mengerumuninya, bahkan sampai ada yang sudah berkali-kali dapat nasi kotak tapi tetap meminta lagi. Atau seringkali kita denger berita terjadi keributan ketika ada pembagian sembako ato zakat dan sjeenisnya.

terkait iklan diatas, orang indonesia nyatanya malas, tidak mau berusaha, dan inginnya orang lain yang berusaha … padahal itu untuk dirinya (bukan untuk orang lain juga).

*p.e.l.i.t

kalo’ ada dua orang, orang indonesia dan orang bukan indonesia, mulai membuka usaha dengan start modal yang sama, dalam banyak kasus bisa ditebak siapa yang lebih berhasil. yang orang indonesia akan hemat pengeluaran habis2an, gaji pegawai akan sekecil2nya, a/c hampir pasti tidak ada (kalo’ pake kipas angin juga udah bagus), tembok gak perlu di cat selama 5 tahun, gak perlu ada komputer buat kasir cukup kalkulator ama tumpukan kertas, gak perlu pasang2 iklan, gak perlu tempat parkir bagus, dll…dan hal ini bertolak-belakang sama teman kompetitornya.

*. emosional, grasag-grusug gak jelas, senang akan kekerasan

di berita sebulanan lalu, waktu ada gempa di sumatera (bengkulu dan padang), di tivi sempet gw liat orang kampung tertentu yang ngamuk2 karena pembagian beras sedikit, mereka membuang beras di jalan, menginjak2 beras, teriak2…dasar sinting

atau orang2 demo yang teriak2 dan merusak sana-sini., atau orang2 yang teriak2 dan ngerobohin kantor pln gara2 ada pemadaman, ato orang2 demo yang teriak2 dan rusak sana-sini…mending kalo’ teriaknya ‘Allahu Akbar’, ato yang dirusak itu tempat maksiat, lha ini kantor gitu loch…

terakhir gw liat cerita tentang geng motor di bandung, yang kerjanya ngerusak, trek2an gak jelas, dan proses penerimaannya sarat ama kekerasan…

jadi bisa disimpulkan, varian homo sapiens yang  ada disini mungkin yang paling rendah tingkatan kecerdasannya…gwlahir disini, dan bila gw tanya orang, maka mereka kan bilang gworang indonesia..gak bisa ubah orang lain,jadi mulai dari diri sendiri yuk…

No Responses to “(most) indonesians are (unfortunately)…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: