the BiTTer and SwEEt of Me
tarian jari-jemari diatas tuts keyboard…

rupiah demi rupiah…

pertanyaan akan lingkungan kerja yang ideal sering menghantui pikiran gw (bukan berarti pikiran gw berhantu :)), berbagai lingkungan kerja telah gw alami atau setidaknya pernah gw lihat sepanjang riwayat kerja gw…

setiap orang pasti bilang, kalo’ ingin kerja di lingkungan kerja yang enak, kondusif, dan menyenangkan..memang, gw-pun demikian, tak pelak tiga kata diatas adalah diantara lingkungan kerja idaman buat gw, tapi mungkin gw bisa interpret dalam pikiran gw sendiri menjadi lingkungan kerja yang saling mendukung, saling bisa bekerja sama dan sama-sama bekerja, ambisi tapi tidak ambisius, saling bersaing tanpa menjadi maling, saling mengingatkan buat shalat dan berbuat kebaikan, toleransi, ada tempat bernaung dan mengadu, serta gak ada perbedaan jender yang ekstrim (satu ce diantara sekumpulan co, ato’ satu co diantara sekumpulan ce), dimana kalo ada lembur ato dinas keluar kota/negeri, bakalan jadi miris ngeliatnya.

biasanya keluhan2 pekerja disampaikan ke bagian sdm, baik mengenai lingkungan kerja, sampai ke hak/kewajiban pekerja, namun gimana yah, kalo’ seksi sdm ternyata tidak punya ‘blue-print’ tentang ke-sdm-annya?…

negeri ini menyimpan banyak kejanggalan dalam hal lingkungan kerja ini, mungkin karena ‘pabrik-pabrik’ pekerja (baca: sekolah dll), jadi para pencari nafkah ini dihadapkan pada pilihan2 sulit, terpaksa bekerja dengan upah minim, atau dipaksa bekerja di tempat yang gak ada bedanya ama VOC, atau mungkin bekerja dengan dituntut dedikasi setinggi langit dengan remunerasi serendah bumi, atau mungkin bekerja di lingkungan yang punya perbedaan jender yang ekstrim….

kalo’ mengacu pada konsep kapitalisme, dimana pemilik modal (yang memegang risiko paling tinggi dalam usaha) menjadi ‘raja’ dalam ‘kerajaan’ mini-nya (baca: perusahaannya), maka akan terjadi seperti ini..khususnya untuk industri2 padat modal (bukan padat karya).

jadi, sejutuuu ama istriku tercinta, yang bercita-cita buat bisa bikin lapangan kerja, memberi makan banyak orang…so sweet

ahhh…udah 4.24, time to go home, and meet my beloved wife…

No Responses to “rupiah demi rupiah…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: